Artikel Sejarah

Sejarah Kabupaten Banyuwangi

Sejarah Banyuwangi berakar dari Kerajaan Blambangan, kerajaan Hindu terakhir yang berada di Pulau Jawa. Kota ini sempat bernama Tirtaganda/Toyaarum sebelum akhirnya dinamai Banyuwangi, yang secara legenda berasal dari pengorbanan and kesetiaan istri Patih Sidopekso, Sri Tanjung, yang membuktikan kesuciannya dengan membuat air sungai beraroma harum (banyu wangi).

Pada masa Kerajaan Blambangan, Banyuwangi menjadi pusat kekuasaan Hindu yang kuat pasca runtuhnya Majapahit. Daerah ini sangat gigih mempertahankan diri dari ekspansi Kerajaan Mataram Islam and VOC. Peristiwa paling heroik adalah Perang Puputan Bayu (1771), sebuah perang besar and titik balik sejarah ketika masyarakat Blambangan di bawah pimpinan Pangeran Jagapati bertempur habis-habisan melawan VOC.

Tanggal 18 Desember 1771 kini diperingati sebagai Hari Jadi Banyuwangi. Selain itu, pada 1766, Inggris sempat mendirikan kantor dagang di pesisir Blambangan (kompleks Inggrisan), yang memicu VOC untuk merebut wilayah tersebut. Kini, Banyuwangi berkembang menjadi pusat kebudayaan, destinasi pariwisata unggulan, serta pusat ekonomi strategis di ujung timur Pulau Jawa.

Ingin tahu lebih dalam?

Hubungi tim riset kami untuk mendapatkan referensi lebih lengkap atau berdiskusi mengenai narasi sejarah ini.

Diskusi via WhatsApp